10 Aksioma Tentang Islam

19 November 2008 Leave a Comment


Buku ini berjudul asli: Min Ajli Khutwatin ila al-Amam 'ala Thariqi al-Jihad al-Mubarak, Buah karya dan pemikiran Syaikh Sa'id Hawwa seorang ulama Besar dari Lebanon, dan telah dialihbahasakan Oleh Abu Ridha, Al-Ishlahy Press, Jakarta, Rabi'ul Awal 1407 H.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada beliau-beliau yang berada di balik penyusunan buku ini, kiranya telah menjadi kewajiban bagi ummat Islam untuk saling berbagi, saling mengingatkan dan tolong menolong dalam kebaikan. Saya yakin, pengarang buku ini akan merasa lebih dihormati apabila buah pikir nya dapat dibaca dan dimengerti oleh semua orang.

Terus terang sangat susah sekali mendapatkan buku ini, saya pribadi pun hanya memiliki salinan yang tidak lengkap dan telah usang dimakan usia, oleh karena itu, dengan niat yang bersih dan ikhlas saya telah berhasil menyalin buku ini dalam format yang lebih aman (soft copy).

Tanpa motivasi apapun selain berbagi dan mengharap Ridho Allah, semoga buku ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara ku sekalin. selamat membaca!


Muqaddimah


Pendangkalan besar-besaran telah melanda konsep-konsep umum seorang muslim dalam berbagai persoalan Islam. Hal ini telah menggejala pada seluruh sikap dan realitas muslim. Akibatnya, muncullah berbagai konsepsi, sikap dan realitas yang asing, yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan teori Islam yang benar manapun dan dengan pemikiran yang benar terhadap totalitas manusia di jagat raya ini.

Akibat terjadinya kekacauan di seluruh bidang kehidupan, Islam yang merupakan jawaban yang benar terhadap seluruh persoalan hidup manusia dan dapat membentuk akal, hati, jiwa, aktivitas dan tingkah laku manusia dengan benar, telah memudar secara mengejutkan di hati manusia. Fenomena ini merupakan tema yang akan diungkapkan di bawah ini.

Kondisi yang sakit ini menggejala pada orang-orang yang mengaku dirinya muslim secara keturunan. Mereka hampir dalam semua segi telah menyimpang dari Islam, sehingga seluruh kondisi mereka menjadi kacau, bahkan semua persoalan berkiblat kepada orang-orang kafir dan sesat. Tidak sedikit terdapat dikalangan mereka yang tidak segan-segan memerangi Allah, dan berbarengan dengan itu mereka menempatkan Allah dibawah perintah dan kontrolnya sambil mencaci maki dan mengingkari Allah apabila tuntutan selera yang dikehendakinya tidak dipenuhi, sepertinya Allah itu sebagai hamba dan manusia sebagai Rabb nya.

Diantara fenomena kondisi yang sakit ini telah menggejala pula pada sementara ulama yang menggembar-gemborkan - setelah terjadinya krisis dan kekalahan fatal – "Wahai manusia, kita harus kembali dan bertaubat kepada Allah." Tetapi setelah itu mereka diam membisu, tidak tahu apa realisasi dan aktualisasi dari taubat yang mereka serukan itu, dan bagaimana cara kembali pada Allah, kecuali barangkali sedikit dari mereka yang mampu mengemukakan konsep-konsep gagasannya. Tetapi sangat sedikit orang yang mampu mengatakan : "Taubat dimaksud adalah mengkufuri thagut, melempar jauh-jauh kemusyrikan dan kekufuran, membersihkan dari semua konsepsi dan pemikiran jahiliyah serta nilai-nilainya dan membuang habis-habisan seluruh ideology dan sistem yang bertentangan dengan ideologi dan sistem Islam, serta kembali dengan komitmen penuh terhadap semua aqidah, ibadah, ritual dan syi'ar-syi'ar Islam." Dan jarang ada ulama yang mampu mengatakannya, jarang sekali.

Termasuk gejala kondisi yang sakit yaitu adanya erangan-erangan kesakitan, tetapi tidak tahu obatnya, dan bahkan menjauhi obat yang seharusnya diminum. Misalnya, banyak sekali terdengar keluhan tentang banyaknya orang yang lari dari berteladankan pada Rasulullah SAW, dan mengeluh banyaknya penyakit perpecahan, perselisihan dan berkelompok-kelompok, tetapi jarang orang yang mampu menjelaskan penyakit tersebut, tahu cara menjauhinya, menerangkan cara penyembuhannya, dan berusaha untuk menciptakan suatu kondisi yang memungkinkan ummat terbebas dari penyakit tersebut. Begitulah kondisi yang sangat buruk ini akan terus menerus menggejala, lebih-lebih kalau tidak tahu bagaimana seharusnya mendiagnosa semua penyakit ini dan memahaminya secara menyeluruh dalam rangka merekonstruksi kondisi ummat dan memperbaharui Gerakan Islam, serta melancarkan suatu Gerakan Islam yang baik, selamat, memadai dan modern. Sebab dengan semata-mata adanya berbagai keluhan, semata-mata adanya keinginan melakukan perubahan secara benar, semata-mata adanya faktor-faktor merasa berjalan pada jalan yang salah dalam hampir semua segi, semata-mata adanya usaha-usaha serampangan untuk mengubah kondisi yang hina dan terbelakang, dengan semata-mata itu semua, maka keadaan ummat akan tetap buta terhadap jalan terang dan diagnosa menyeluruh yang semestinya.

Konsekuensinya tidak akan ada gerakan menyeluruh atas petunjuk tersebut, dan sebaliknya akan didapati seorang muslim menerangkan kedaruratan urusan yang ada padanya, sementara yang lain lebih memahami persoalan lain, dan yang lainnya lagi lebih memahami sisi yang lain. Sedangkan kaum muslimin sangat membutuhkan pemecahan seluruh problema. Tetapi persoalannya ialah, tempat mana yang dapat menampung seluruh persoalan dan keinginan itu? Dan siapakah orang yang akan meletakkan persoalan tersebut pada proporsinya? Gerakan Islam memerlukan jawaban dari berbagai pertanyaan dalam rangka mewujudkan tujuan-tujuannya, dan memerlukan pendataan berbagai persoalan sehingga tujuan-tujuan tersebut dapat dilaksanakan dan direalisasikan. Semua itu sudah pasti menuntut adanya pandangan yang jernih, diagnosis dan prognosis menyeluruh serta gerakan total yang benar.

Kawasan Islam telah diserbu oleh Gerakan Zionisme Internasional dengan pengaruhnya yang hebat, di samping itu setiap kawasan Islam dihadapkan kepada berbagai kesulitan. Setiap kesulitan yang menyerbu kawasan Islam ini melahirkan semakin keji dan liciknya taktik musuh, di samping kemampuan daya rusaknya yang semakin besar terhadap kita. Misalnya, Gerakan Zionisme yang mampu menghimpun antara sosialisme dan demokrasi dan antara kesatuan bangsa dan penyaluran potensinya melalui agen-agen Yahudi dan Hestodrot, serta adanya partai-partai politik yang menjadikan ummat Islam berhadapan dengan aktivitas-aktivitas luar biasa yang dapat menghancurkan potensi ummat dan memadamkan semangatnya. Dalam kondisi seperti itu, banyak bermunculan reaksi salah dan dangkal, di samping tidak sedikit yang menggantungkan pada fatamorgana dan angan-angan. Tetapi jika ada seseorang yang mampu mendobrak kabur angan-angan yang menenggelamkannya, sehingga dinding keragu-raguan dan angan-angan itu pecah, maka kadangkala menimbulkan putus asa atau menempuh jalan buntu. Sedikit sekali orang yang menyadari bahwa dirinya harus mencari penyelesaian secara menyeluruh, dan dimulai dengan jalan yang benar, walaupun perjalanan itu jauh, dan menyadari bahwa dalam perjalanan ini tidak ada pilihan lain yang ada di hadapan kita kecuali harus memulainya dari sekarang secara bertahap dan terencana.

Tetapi malangnya justru kondisi buruk ini menimpa pada ummat Islam, sebagai satu-satunya ummat yang memiliki kemampuan mempersembahkan bentuk kebenaran di dunia ini, dan menimpa muslim sebagai satu-satunya orang yang memiliki kemampuan untuk mengobati berbagai penyakit yang melanda dunia sekarang ini, lebih-lebih bahwa perpecahan adalah merupakan puncak kejahatan. Seorang muslim yang seharusnya membuktikan kebenaran dan memberikan obat kepada orang lain, ternyata telah menjadi sarang kebatilan dan penyakit, dan bahkan orang lain memompakan kebatilan itu kepadanya, seraya berkata bahwa itu suatu kebenaran, dan menyuntikkan berbagai penyakit seraya berkata ini adalah obat. Anehnya pula, hal itu dibenarkannya.

Berbarengan dengan itu, musuh-musuh Islam semakin bersemangat untuk mencabut akar Islam dan sama sekali tidak memberikan kesempatan terhadap Islam untuk muncul, sehingga terdapat banyak kontradiksi yang ganjil di atas panggung kehidupan ummat Islam. Kita ambil beberapa contoh di bawah ini :

1.Di sana terdapat berbagai propaganda nasionalisme yang telah wujud dalam pemerintahan, dan terdiri dari berbagai front. Tetapi anehnya, semua orang kafir – dalam pangkuan nasionalisme – diperbolehkan ikut serta dalam pemerintahan, dan setiap kelompok ditolerir untuk menjadi sekutunya, kecuali Islam dan kaum muslimin. Jika mereka memandang bahwa penghalang keikutsertaan Gerakan Islam dalam pemerintahan itu disebabkan karena keinternasionalannya, tetapi mengapa orang-orang komunis diikutsertakan, padahal mereka juga merupakan bagian dari Gerakan Komunis Internasional dan sekaligus sebagai agen-agennya.
Ini semata-mata pengamatan, sebab Gerakan Islam itu tidak bisa dipisahkan dengan Islam, sebagaimana juga tidak dapat disbanding-bandingkan dengan komunisme dan ideology kufur lainnya, baik yang internasional, nasional atau kedaerahan.

2.Melalui surat-surat kabar nasional terdapat serangan gencar terhadap keistimewaan terhadap bahasa Arab, sehingga keistimewaan-keistimewaan tersebut dianggap oleh mereka sebagai kekurangan, lalu mereka menyerukan untuk mencabut akar bahasa Arab. Tidak logis memang, sementara mereka meyakini nasionalisme, dalam waktu yang sama mereka juga memusuhi salah satu akar nasionalismenya. Ini jelas semata-mata karena kekufuran.
3.Hampir diseluruh dunia Islam tidak ada satu pemerintah pun yang mentolerir kaum muslimin mendirikan Partai Politik Islam, sedangkan Eropa sendiri – yang inti pemerintahannya sekularisme – tidak satu Negara pun yang tidak terdapat Partai Politik Kristen. Padahal Kristianisme hanya membicarakan bagian terkecil saja dari apa yang telah ditetapkan oleh Islam.

Semua itu menunjukkan bahwa disana terdapat keinginan yang hebat dari kalangan ahli strategi internasional dan agen-agennya untuk mencabut akar Islam dari bumi ini. Untuk menghadapi program seperti itu, kita harus memahami dengan penuh kesadaran terhadap apa yang mesti dilakukan.

Oleh karena itu kita harus mengetahui adanya pendangkalan dalam berbagai konsepsi, pendangkalan terapi, pendangkalan dalam memandang masalah secara total, dan pendangkalan terhadap inti gerakan Islam.

Selengkapnya, Silahkan Download di sini!

Related Posts

1 comments »

  • fajreensatar said:  

    seperti yang pernah disabdakan Rasulullah SAW, yang kurang lebih intinya bahwa suatu saat kaum Muslimin akan seperti buih dilautan...

  • Leave your response!

    Be nice, Keep it clean, Stay on topic, No spam. Thanks.

    Previous Page Arrow Left Arrow next page arrow right arrow Back to home home icon button